Toilet training untuk anak

Tips Agar Si Kecil Tetap Happy Saat Toilet Training

Dapat BAB dan BAK sendiri di toilet adalah tahap penting dalam proses tumbuh kembang anak agar ia dapat mandiri. Selain itu, jika Si Kecil sudah bisa buang air di toilet berarti Moms sudah tak perlu berurusan dengan popok lagi, bukan? Wah, ini tentu saat yang paling membuat Moms happy.

 

Momen Si Kecil bebas popok ini baru bisa dicapai setelah melalui proses toilet training yang seringkali membuat Moms dan Si Kecil sama-sama tak happy. Toilet training dalam proses tumbuh kembang anak memang perlu perencanaan, konsistensi, dan tidak dipaksakan. Nah, jika Moms sedang siap-siap menjalani toilet training dengan Si Kecil, yuk simak dulu beberapa tips berikut untuk membantu Si Kecil tetap happy saat toilet training.

 

  1. Pastikan Si Kecil sudah siap secara fisik dan mental untuk toilet training. Dalam proses tumbuh kembang anak, Si Kecil akan lebih mudah belajar sesuatu jika ia memang di tahap yang sudah siap untuk melakukannya. Beberapa tanda Si Kecil sudah siap adalah popoknya kering setidaknya 2 jam, popoknya kering saat ia tidur siang, Si Kecil sudah bisa mengikuti instruksi sederhana, sudah bisa menuju toilet dan membuka celana sendiri, dan saat hendak buang air ia menunjukkan gerak tubuh atau ekspresi tertentu.

 

  1. Siapkan perlengkapan seperti dudukan toilet khusus anak atau pispot anak. Pastikan ukurannya sesuai untuk anak dan letakkan di kamar mandi yang biasa digunakan Si Kecil. Di minggu pertama perkenalkan perlengkapan tersebut pada Si kecil dengan mengajaknya duduk saja tanpa melepas celana. Lakukan ini sambil menjelaskan kepada Si Kecil mengenai toilet dan apa yang nanti perlu ia lakukan saat ke toilet.

 

  1. Biasakan Si Kecil duduk di toiletnya. Ajak Si Kecil duduk di toilet atau pispot secara berkala. Misalnya setiap 2 jam, setiap bangun pagi, setiap bangun tidur siang, dan sebelum pergi tidur. Jangan memburu-buru Si Kecil ya, Moms. Beri ia mainan atau bacakan cerita sambil Si Kecil duduk di toilet. Tetap beri ia pujian karena sudah mencoba walau saat itu ia tidak buang air.

 

  1. Segera ajak Si Kecil ke toilet saat ia menunjukkan tanda-tanda hendak buang air. Bantu Si Kecil mengenal tanda yang ia rasakan saat hendak buang air besar dan minta ia untuk memberi tahu Moms atau segera ke toilet jika ia merasakannya. Lagi-lagi jangan lupa untuk memujinya saat ia melakukannya, ya.

 

  1. Apabila Si Kecil masih menggunakan popok, ganti popoknya di dekat toilet dan buang isi popok ke dalam toilet. Cara ini bisa membantu Si Kecil memahami bahwa toilet adalah tempat untuk untuk BAB dan BAK.

 

  1. Lakukan secara bertahap ya, Moms. Moms bisa memulai dengan latihan buang air di toilet atau pispot anak sekali dalam sehari di waktu yang sama. Selain itu selalu diskusikan dan jelaskan kegunaan toilet dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami Si Kecil, misalnya dengan menggunakan buku cerita. Selalu puji Si Kecil untuk pencapaian yang ia lakukan dan jangan memarahinya jika ia belum berhasil.

 

Moms, yuk pastikan pengalaman toilet training Si Kecil berjalan lancar tanpa stress dan tangis. Masa tumbuh kembang anak yang happy tentu jadi idaman semua Moms, Bukan?