Komunikasi Nonverbal dengan Anak

Pentingnya Komunikasi Nonverbal dengan Anak

Moms, ternyata komunikasi antara orangtua dan anak tidak sebatas komunikasi verbal saja. Selama masa tumbuh kembang anak, komunikasi nonverbal dengan anak seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, tatapan mata, nada suara dan sebagainya sangat penting dalam membangun ikatan emosional antara Moms  dan Si Kecil. Selain itu, komunikasi nonverbal dengan anak juga berperan untuk memperkuat pesan yang Moms sampaikan melalui komunikasi verbal atau ucapan.
 

Komunikasi nonverbal ada yang positif dan ada yang negatif. Contoh dari komunikasi nonverbal yang positif adalah pelukan dan ciuman. Dengan memeluknya, Si Kecil akan tahu betapa Moms menyayanginya tanpa Moms perlu menyampaikannya lagi dengan ucapan. Jika merasa disayang Si Kecil tentu akan melalui masa tumbuh kembang anak dengan happy.
 

Contoh dari komunikasi nonverbal dengan anak yang negatif misalnya menjawab pertanyaan anak cepat-cepat, atau bernada kesal tanpa menoleh ke Si Kecil. Walaupun Moms tidak mengatakannya, Si Kecil bisa merasa ditolak dan merasa Moms tidak ada waktu untuknya.
 

Nah, kadang-kadang Moms akan mengucapkan satu hal sementara bahasa nonverbal Moms menunjukkan hal yang sebaliknya. Jika ini terjadi, biasanya Si Kecil akan lebih menangkap pesan yang disampaikan melalui bahasa nonverbal lho, Moms. Dr. Albert Mehrabian, penulis buku ‘Silent Messages’ melakukan penelitian yang berhubungan dengan bahasa nonverbal dan mendapati bahwa 93% dari penyampaian pesan dilakukan melalui bahasa tubuh.[1] Karenanya, yuk simak tips berikut ini untuk membiasakan komunikasi nonverbal yang positif dengan Si Kecil sepanjang masa tumbuh kembang anak.

 

  • Selalu beri Si Kecil pelukan dan ciuman karena hal ini akan menunjukkan bahwa Moms sayang dan ingin dekat dengan Si Kecil.
     
  • Saat berbicara atau mendengarkan Si Kecil berbicara, pastikan wajah Moms menghadap Si Kecil dan lakukan kontak mata. Hal ini akan menunjukkan pada Si Kecil bahwa Moms memberikan perhatian sepenuhnya pada Si Kecil.
     
  • Duduk atau berlutut sehingga Moms sama tinggi dengan Si Kecil. Hal ini akan membuat Si Kecil merasa lebih aman dan dekat dengan Moms.
     
  • Gunakan nada suara, gerak tubuh dan ekspresi wajah yang santai dan ramah. Hal ini akan membantu Si Kecil lebih nyaman karena merasa Moms siap mendengarkan apa yang ingin ia sampaikan.
     
  • Komunikasi nonverbal akan lebih efektif jika disertai bahasa verbal pula. Cobalah untuk menggabungkan keduanya jika momennya tepat. Misalnya saat Si Kecil berhasil melakukan sesuatu, ucapkan betapa ia membuat Moms bangga dengan nada dan senyum gembira disertai pelukan atau elusan pada pundaknya.
     

Kemudian, jangan lupa juga untuk mengenali komunikasi nonverbal yang disampaikan oleh Si Kecil ya Moms. Apalagi di masa awal masa tumbuh kembang anak saat Si Kecil belum fasih berbicara. Bahasa tubuh Moms menunjukkan emosi yang Moms rasakan, begitu juga Si Kecil yang akan menunjukkan apa yang ia rasakan melalui bahasa tubuh atau nonverbal. Oh iya, sudahkah Moms memberi pelukan untuk Si Kecil hari ini